Ketika saat isu yang banyak berkembang saat ini yang dialami oleh masyarakat, ketika masyarakat ditindas oleh para kaum kapitalis seperti para petani di Kendeng  yang ditindas oleh perusahaan semen, ketika almarhumah bu Patmi yang selalu berjuang untuk menegakkan hak para petani diacuhkan oleh para kapitalis dan pemerintah. Ketika buruh tidak diberikan upah yang layak. Apa yang pemerintah lakukan? Hampir tidak ada!! Pemerintah yang katanya akan selalu membantu rakyat, DPR yang katanya sebagai tempat aspirasi masyarakat. Tapi itu hanya bualan belaka, ketika DPR sedang rapat permasalahan tentang rakyat, mereka ( DPR ) banyak yang tidak hadir dan yang datangpun hanya segelintir dan itupun ada yang tidur.

Begitu pula dengan mahasiswa, ketika mereka berusaha menyampaikan aspirasinya kepada yang mulia rektor tapi tidak digubris dengan alasan sedang tidak di kampus atau apapun itu. Ketika mahasiswa berusaha mendapatkan haknya tetapi direpresi oleh aparat kampus. Dimanakah posisi rektor ketika mahasiswa dilakukan seperti itu oleh aparat? Apakah dia ( rektor  ) pihaknya aparat atau pihaknya mahasiswa, mungkin hanya Tuhan dan rektor lah yang tau.

Ketika mahasiswa dan masyarakat berjuang bersama banyak hal besar dapat berubah. seperti tahun ’98, mereka mampu menggulingkan rezim otoriter Soeharto yang katanya bapak pembangunan, apakah rakyat yang sedang tertindas dapat merasakannya? Mungkin jawabannya tidak semua masyarakat yang merasakannya, ketika orang yang berada di wilayah timur masih kekurangan pasukan pangan dan energi. Ketika BBM di Papua yang harganya hampir lima puluh ribu per liter padahal di Pulau Jawa harganya tidak sampai dua ribu rupiah. Tingginya harga pangan pada saat rezim itu sangat tinggi sehingga masyarakat yang kurang mampu tidak dapat membelinya. Mungkin itulah yang membuat masyarakat dan mahasiswa nekat turun ke jalan sebagai satu-satunya jalan untuk meraih hak yang seharusnya mereka dapat.

Dimanakah mahasiswa saat ini ketika masyarakat masih berjuang meraih haknya. Dimanakah mahasiswa ketika para buruh dilakukan sewenang-wenang oleh kaum kapitalis? Dimanakah mahasiswa yang lain ketika teman-temannya berusaha mendapatkan haknya? Mungkin itu yang harus di jadikan pertanyaan untuk kita para mahasiswa saat ini yang mungkin sedang menghamburkan hartanya atau acuh dengan masyarakat dan temannya yang masih berjuang hingga sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s